Skip to content Skip to footer

Harian Kompas Tayangkan Komik Indonesia Berseri

Dari kecil hingga bangkotan seperti sekarang ini, saya tetap menyukai komik. Barangkali malah boleh dibilang mencintainya. Komik, bagi saya, adalah semesta imajinasi yang sangat menggugah. Semangat hidup, kegembiraan, hingga inspirasi kerap saya dapatkan dari komik.

 

 

Sebagian orang yang tidak mengerti keindahan dan kedalam makna simbolis yang terkandung dalam komik tentu mencibir. Baca komik? Kayak bocah!

Biarlah. Dunia ini memang penuh dengan orang-orang dangkal yang sok tahu seperti itu. Kelompok yang omongannya jauh melampaui kapasitas otaknya.

Sayangnya, seperti nyaris semua bidang lainnya di Indonesia, komik kita tertinggal sangat jauh dibanding negara lain di dunia. Itu jika tidak mau mengatakan bahwa komik Indonesia sudah tidak punya taji sama sekali. Indonesian comic is as good as dead!

Maka ketika Harian Kompas, melalui rubrik Klasika-nya memutuskan untuk menayangkan komik Indonesia dengan tokoh-tokoh legendaris macam Gundala Putra Petir secara berseri mulai hari Kamis, 1 Agustus 2013, saya luar biasa senang! Ah, memang sudah sepantasnya komik anak negeri diberi panggung nasional seperti ini.

Rasanya bukan hanya saya saja yang bakal gembira atas hadirnya komik Indonesia secara berseri di Harian Kompas ini. Mengingat belakangan banyak sekali komunitas komik lokal yag aktif berkarya dan menggelar pameran, tentu ini akan jadi angin segar yang menyuburkan semangat mereka.

Dimulai dari penayangan ini, barangkali, jika para komikus Indonesia mau bekerja lebih keras dan pecinta komik negeri ini mau mengeluarkan uang untuk membeli hasil karya itu, komik Indonesia bisa jadi lahan industri kreatif yang menjanjikan. Bisa mendapatkan hidupnya kembali. Semoga!

Leave a comment