“The Devil Put Dinosaurs Here” yang Bertele-tele

Terlepas dari hadirnya “Hollow” dan “Stone” yang memang kick ass, secara keseluruhan album terbaru Alice in Chains berjudul “The Devil Put Dinosaurs Here” terasa bertele-tele. Barangkali maksudnya adalah menghadirkan grunge-metal-orkestra yang megah. Namun bagi kuping saya, 12 lagu dalam album ini jelas bukan karya terhebat Cantrell cs.

 

The Devil Put Dinosaurs Here (2013)
The Devil Put Dinosaurs Here (2013)

 

Kapan kelarnya? Kapan kelarnya? Kira-kira begitulah isi kepala saya saat menikmati album ini. Bukan pertanda yang bagus.

Jelas Alice in Chains menempuh arah baru dalam albumnya ini. “Low Ceiling”, terutama di bagian solo guitar-nya, terdengar seperti Slash di awal terbentuknya Velvelt Revolver. Sama sekali tidak orisinal.

Kita rasanya tidak mungkin mengharapkan sosok Jerry Cantrell mengeluarkan yang seperti ini. Demi Tuhan, seharusnyalah kita menolak!

Namun, bertahan dari tragedi kematian vokalis legendaris dan basis pendiri bukanlah perkara mudah. Dan Alice in Chains, dengan segala keperkasaannya, bangkit dari abu kematian, terus melangkah, dan akhirnya bahkan mampu melahirkan dua album yang sama sekali baru. Untuk itu, saya berikan rasa hormat tertinggi pada mereka. Salut!

“Scalpel”, dalam bentuknya yang sederhana, justru terasa sangat personal. Seperti lambaian tangan selamat tinggal. Sebuah lagu sedih yang rasanya bakal terus berputar di kepala. Terutama saat dini hari. Ketika kesunyian di luar bersatu dengan gemuruh di dalam kepala. Ketika kopi sudah lama mengering dan luka-luka di jiwa semakin menganga…

“The Devil Put Dinosaurs Here” adalah batu penopang genre grunge yang semakin terbebani kebesaran nama dan legendanya sendiri. Tapi jelas, album ini bukanlah pilar utama yang bisa sepenuhnya dibanggakan.

2 thoughts on ““The Devil Put Dinosaurs Here” yang Bertele-tele”

  1. Dibadingkan dengan Black Gives Way to Blue gimana maseko? Album yang itu aja kesulitan ane cerna. Jadi keingetan pendapat temen, khusus Alice in Chains, album paling enak didenger adalah Greatest Hits.

    Death Magnetic effect kayaknya, sealbum musiknya mirip semua.

    1. Kalo selera kuping saya sih, lebih nyaman dengerin BGWtB, meskipun album itu sendiri sebenernya juga udah terlalu bising suaranya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *