Skip to content Skip to footer

RVM3 Release Party

Dengan The Mind Charger dan Perfect Ten bertengger sebagai penampil, dipastikan acara peluncuran Rearview Magz edisi ketiga (RVM3) di coffeewar, Kemang, semalam (7/12) berlangsung seru dan sangat menyenangkan. Nomor-nomor ciamik macam “Sirens”, “Light Years”, hingga “Future Days” disuguhkan dengan amat memuaskan.

 

coffeewar

 

Matahari masih bersinar terang ketika Boy, si tukang jalan yang sudah lama tidak jadi MC di event-event Pearl Jam Indonesia (PJID), membuka pagelaran di kedai kopi yang nyaman itu. Jarum jam menunjuk pukul 16:20 WIB. Cangkir-cangkir kopi dan gorengan sudah tersaji manis di meja-meja mungil di penjuru kedai.

Sesi pertama diisi dengan sharing tentang kolaborasi kreatif yang lahir dari kongkow-kongkow PJID. Eits!Productions, yang sore itu diwakili oleh Egha, menceritakan bagaimana kumpulan pembuat kaos komunitas dapat bertransformasi menjadi sebuah event organizer kelas nasional yang kini bertanggung jawab menjalankan event futsal tingkat nasional dari sebuah merek minuman kesehatan ternama.

Rudi, mewakili The Coconut Principles, menceritakan bagaimana kumpul-kumpul PJID di kedai kopi di bilangan Bintaro pada akhirnya dapat melahirkan sebuah buku manajemen yang canggih sekaligus membumi.

Saya sendiri secara singkat menjelaskan alasan di balik terbitnya RVM3 dalam format digital di SCOOP dan Wayang Force. Penjelasan tertulis dapat di baca di sini: RVM3.

Denny dan Faizal, selaku anggota komunitas PJID yang terbilang bangkotan, memaparkan opininya terkait kolaborasi kreatif dan keberatannya atas format digital yang dipilih oleh RVM3.

Sesi sharing ini ditutup oleh curhat Ipab yang menceritakan bagaimana pertama kali menemukan komunitas PJID dan kemudian ikut terjun di tim RVM.

The Mind Charger tampil sebagai performer pertama sore itu. Sekitar pukul lima lebih sedikit. Dengan formasi lengkap, mereka menyuguhkan “Amongst The Waves”, “Light Years”, “Nothingman”, “Sirens”, dan beberapa nomor lainnya.

Penampilan mereka sangat menarik. Menghibur, tentu, tapi terlebih lagi, segar! Aransemen lagu yang mereka tampilkan sore itu benar-benar berbeda dari kebanyakan band yang meng-cover lagu Pearl Jam. Cenderung lebih akustik, lembut, dan lepas. Menyenangkan!

Selesai The Mind Charger, Denny, Hilman, dan Farry tampil memberi penjelasan mengenai kampanye postcard to Pearl Jam dalam rangka menghadirkan mereka di Jakarta tahun 2014 mendatang. Bersamaan dengan itu, semua audiens yang hadir di coffeewar, termasuk yang bukan merupakan anggota komunitas PJID, mengisi postcard dan menyerahkannya ke koordinator untuk nantinya dikirimkan ke markas Pearl Jam di Seattle, Amerika Serikat.

Rudi kembali tampil memaparkan proyek masa depannya bersama Gede, tentang sebuah kampanye serupa dalam wujud YouTube channel. Menarik!

Menu penutup, siapa lagi jika bukan Perfect Ten?

Tampil dengan formasi tambal sulam, termasuk Razak di posisi vokalis dan Ari sebagai gitaris pengganti Didit (tempo hari yang bersangkutan juga tampil bersama Perfect Ten di Pearl Jam Nite VII di Cirebon), mereka tetap tampil meyakinkan.

Nomor-nomor langka semacam “Hard to Imagine” hingga “Dissident” meluncur mulus. Audiens? Jangan ditanya! Seperti juga pada sesi The Mind Charger, selama sesi Perfect Ten ini audiens juga tak henti ikut bernyanyi. Benar-benar khas event PJID!

Terima kasih untuk semuanya, termasuk coffeewar yang sudah menyediakan tempat dan perlengkapan tata suara dengan sangat baik hati, peluncuran RVM3 berlangsung seru dan sangat menyenangkan. Sampai jumpa di event PJID berikutnya!

2 Comments

  • andra
    Posted December 9, 2013 at 10:10 am

    Ijin share ya masbro Wustuk… 😀

    • Post Author
      wustuk
      Posted December 9, 2013 at 10:13 am

      Hehehehe… Silahkan masbro

Leave a comment