Review Album Musik: Paradise Valley (2013)

Sampai hari ini saya masih belum bisa memahami, bagaimana seorang John Mayer bisa bermain gitar dengan sangat ajaib di panggung bersama trio blues-nya dan di saat bersamaan menelurkan album-album pop manis bersama band-nya yang lain. Sungguh seperti melihat langit dan galian Telkom!

 

John-Mayer-Paradise-Valley-artwork-tbv

 

Kedua jenis karya itu, tentu saja, punya kualitas prima. Permainan gitarnya menyengat, sementara lagu-lagu manisnya sungguh sangat beracun. Kombinasi nada-nada gitar mungil dan suaranya yang pelan dan hangat dipastikan mampu melelehkan hati perempuan mana pun di dunia ini.

“Paradise Valley (2013)”, album teranyarnya yang dirilis 20 Agustus silam, penuh berisi lagu-lagu manis. Sejauh kuping saya bisa memahami, semua bernuansa blues-country-pop. Sebuah album yang enak diputar saat kita istirahat. Sebuah resep untuk membebaskan otak berkelana ke alam khayal yang indah dan lembut.

Singkatnya, saya merangkum album ini sebagai suguhan bunyi yang santai, menenangkan, lembut, dan pekat bernuansa petualangan di alam pegunungan.

Saya sendiri paling suka lagu “I Will be Found”. Intro denting piano yang kemudian ditimpali vokal renyahnya dan dipuncaki chorus yang megah namun dibuat sederhana, sungguh terdengar enak! Sedikit sendu. Lagu yang sempurna di kala mendung, sembari memandangi langit kelabu di kejauhan.

Musik country jelas bukan menu utama saya. Tapi album “Paradise Valley (2013)”, sebagai suguhan santai, jelas sama sekali tidak mengecewakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *