Utang Media Massa kepada Rakyat Indonesia

Media

Media massa negara ini berutang pada rakyatnya. Setelah menangguk trilyunan rupiah dari iklan, sudah sepantasnya media massa yang demikian banyak itu memberi manfaat kepada masyarakat. Jika tidak, maka sebaiknya ditutup saja semua. Disuruh ganti usaha jadi tukang cilok. Atau jual minyak penumbuh jenggot.

Utang apa?

Uutang memberi penjelasan seterang-terangnya kepada masyarakat tentang siapa sesungguhnya calon presiden mereka nanti. Ya, media massa harus menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi. Dengan mencerdaskan calon pemilih. Karena demokrasi tanpa pemilih cerdas adalah gerbang neraka. Adalah lubang hitam yang akan menelan kita semua ke dalam kehancuran.

Hingga hari ini, rasanya belum ada media massa yang menyuguhkan liputan jelas dan blak-blakan tentang para calon presiden kita. Yang ada hanyalah liputan abal-abal yang jauh dari mencerahkan. Seperti menggaruk kulit kerbau, padahal yang kita mau adalah mengunyah jeroannya.

Mungkin para penggiat media massa kita kebanyakan masturbasi. Mengagungkan diri sebagai pilar demokrasi, tapi kenyataannya mereka tidak punya nyali.

Ya, bangsa yang penakut menghasilkan pemimpin yang payah. Juga penggiat media massa yang sama payahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *