Review Film: “Godzilla (2014)”

Godzilla (2014)

Kesombongan manusia adalah berpikir bahwa kita yang mengontrol alam dan bukan sebaliknya. Demikian Dr. Ichiro Serizawa berkata kepada Admiral Stenz saat melihat, dengan sangat takjub, pada Godzilla yang berenang perkasa di samudera, di depan kapal induk mereka yang sangat besar.

Dan benarlah adanya, seluruh kecanggihan teknologi perang yang dimiliki manusia tidak berdaya sama sekali di hadapan makhluk buas purba berukuran raksasa yang datang dan memporakporandakan kota-kota besar di dunia. Semua dibuat rata dengan tanah!

Dengan total pendapatan di hari pertama USD 38,5 juta, “Godzilla (2014)” jadi film dengan pembukaan pendapatan terbesar sepanjang tahun ini. Mengalahkan “Captain America: The Winter Soldier 2014” dan “The Amazing Spiderman (2014)” yang sudah lebih dulu tayang di bioskop.

Sesungguhnya tidak ada hal baru dan terlalu menarik dari film ini. “Godzilla (2014)”, dengan beberapa perubahan mendasar seperti asal muasalnya yang bukan dari eksperimen nuklir dan makanannya yang bukan ikan melainkan nuklir, sepenuhnya bertumpu pada citra yang sudah dibangun sejak lama oleh Godzilla ciptaan Toho Company, Ltd.

Sepertiga pertama dan terakhir dari “Godzilla (2014)” sangat solid. Sebaliknya, pertengahan film ini terasa membosankan dan kehilangan banyak momentum. Barangkali karena di bagian itu porsi manusianya dominan sehingga ketegangan, kekaguman, dan rasa penasaran kita akan makhluk buas purba yang ukurannya sangat besar itu seperti dibendung.

Ukuran Godzilla di film ini, saya ulangi, sangat-sangat-sangat besar!

Jika kamu mencari keindahan plot cerita, dialog, atau akting kelas dunia, “Godzilla (2014)” tentu saja bukan film yang cocok. Namun jika kamu bisa cukup terhibur melihat dunia porak-poranda oleh kekuatan alam yang mengerikan dalam wujud makhluk buas purba berukuran raksasa, saya jamin film ini akan sangat memuaskan. Ongkos produksi sebesar USD 160 juta benar-benar digunakan dengan baik.

Melihat kenyataan bahwa “Godzilla (2014)” sudah meraup USD 196 juta dalam 3 hari pemutaran saja, saya rasa banyak orang yang setuju dengan saya. Film ini menyenangkan sekali untuk ditonton!

One thought on “Review Film: “Godzilla (2014)””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *