Di Luar Jakarta Ada Kehidupan Juga, Lho!

Beberapa hari terakhir ini, Kementerian Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia bikin gerah orang Indonesia, khususnya orang Batak. Mereka berencana memasukkan Tortor dan Paluan Gondang Sambilan dari Mandailing, Sumatera Utara, ke dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005.

Singkat cerita, itu adalah upaya administratif untuk mengesahkan Tortor dan Paluan Gondang Sambilan sebagai budaya asli Malaysia. Upaya-upaya seperti itu, berdasarkan pengalaman selama ini, adalah berita basi dari negara tetangga. Harap maklum saja.

 

 

Yang menarik, setidaknya bagi saya, justru reaksi orang Indonesia sendiri, terutama dari dunia Twitter. Sungguh kocak, mencengangkan, dan barangkali, sedikit memalukan.

Kenapa? Karena yang marak kemudian adalah tweet berisi cemooh terhadap bangsa sendiri.

Intinya, sebagian pengguna Twitter malah menyindir. Mereka bilang: “Emang Tortor masih ada?”, “Memangnya kita pernah peduli sama budaya bangsa?”, atau “Sekarang aja ribut kalo udah mo diklaim Malaysia!”

Semua itu, menurut hemat saya, adalah pernyataan yang keluar dari mulut orang-orang Jakarta. Atau setidaknya, para penduduk kota besar Indonesia. Mereka jarang, atau bahkan tidak pernah, keliling ke daerah.

Mereka tidak tahu bahwa budaya seperti Tortor itu sesungguhnya masih alive and kickin’ di tempat kelahirannya. Bahkan di tempat-tempat yang jauh, dimana orang-orang Batak perantauan bermukim.

Reaksi seperti itu, bagi saya, hanya bermakna satu hal: bahwa orang kota yang gemar menyindir ini perlu memperluas tongkrongannya, tidak mentok seputaran sevel, mal, dan club saja. Mereka ini, sebaiknya, segera diajak travelling keliling Indonesia, hahaha!

4 thoughts on “Di Luar Jakarta Ada Kehidupan Juga, Lho!”

  1. Menurut saya, travelling ke daerah2 di indonesia, selain menyehatkan jiwa & raga 😀 dg travelling bisa jg menumbuhkan respek & apresiasi thd budaya2 warisan, kebanggaan indonesia..

    Btw, pemain Gondang yg mengiringi Tor Tor ada di rumah panggung batak (kanan atas foto)

    1. Ow, itu toh yg namanya pemain gondang 🙂
      Saya pernah sekali waktu mampir ke museum Batak di Tomok, koleksinya cukup membuat jiper, hehehe…

    1. Saat ini fitur itu belum tersedia mas. Dalam waktu dekat ini emang mo dibuat. Jika sudah, nanti saya kabari via komen ini lagi ya. Thx!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *