Menikmati Aksi Pamungkas Sang “Pass Master”

Pirlo dan Peta Pergerakannya Melawan Inggris di Piala Dunia 2014
Pirlo dan Peta Pergerakannya Melawan Inggris di Piala Dunia 2014

Di era sepakbola yang semakin mengandalkan kecepatan dan kekuatan otot seperti sekarang ini, tidak banyak pemain berusia tua yang mampu bertahan. Salah satu yang masih sangat disegani lawan dan menyenangkan untuk dilihat adalah Pirlo.

Di usianya yang sudah menginjak angka 35 tahun, Pirlo masih pantas disebut sebagai raja lapangan tengah. Gerakannya yang gemulai dan cenderung lambat kerap menipu, menutupi akurasi pass dan visi permainannya yang sangat tajam. Sudah banyak tim besar dunia terbunuh oleh kehebatannya mengoper bola ke jantung pertahanan lawan, merobek rapatnya baris pertahanan yang seolah tak tertembus.

Dalam pertandingan melawan Inggris di Piala Dunia 2014, Pirlo kembali menunjukkan kelasnya. Pirlo memberikan pass lebih banyak dibanding gabungan pass dari keempat gelandang Inggris yang diturunkan oleh Hodgson.

Dengan akurasi pass sebesar 92%, Pirlo menggerakkan tim Italia mempecundangi Inggris yang seperti tak kenal lelah berlari dengan kencang.

Melihat Pirlo bermain bola dan menggerakkan seluruh tim dengan visi permainannya rasanya sangat nikmat. Setiap kali bola melekat di kakinya, waktu seperti berhenti. Dengan caranya dan dalam waktunya sendiri, dia kemudian mengatur jalannya pertandingan. Pirlo, tak mungkin disangkal, adalah seorang pass master yang sulit dicari tandingannya.

Dengan tumbangnya Inggris di kaki dan kepala Luis Suarez, pertandingan antara Italia melawan Kosta Rika menjadi semakin penting. Kemenangan bagi salah satu tim akan memastikan posisi sebagai juara Grup D. Dan Italia, tanpa meremehkan organisasi permainan ciamik dari Kosta Rika dan kehebatan penyerang belianya yang bernama Joel Campbell, rasanya punya peluang besar untuk kembali meraih poin penuh.

Barangkali ini adalah piala dunia terakhir bagi Pirlo. Bagi saya, itu adalah alasan utama kenapa kita mesti mati-matian menikmati permainannya bersama Italia. Menikmati bagaimana dengan gemulai dia akan menyuguhkan aksi pamungkasnya, meluluhlantakkan Kosta Rika dan kemudian Uruguay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *