Rock ’90s di Teras Kota

Pearl Jam Komunitas

Dimulai tepat pukul 7 malam, konser akustik bertajuk “Tribute to Pearl Jam and MTV Rock ‘90s” berlangsung menyenangkan di Teras Kota, BSD, Sabtu (18/10) lalu. Andmore menyuguhkan lagu-lagu Pearl Jam sementara Artificial Sun membawakan berbagai hits rock ‘90s yang dulu setiap hari kita nikmati di MTV. Mereka bisa dibilang sukses besar menghibur sekitar 100 audiens yang sebagian besar duduk manis melingkar di area Amphiteater.

Cuaca malam itu juga sangat mendukung. Cerah, sedikit gerah, ditingkahi sedikit angin dan datang dan pergi sesuka hati.

Di luar rencana, saya terpaksa jadi MC dadakan. Maklum, acara ini memang dirancang khusus oleh Manajemen Teras Kota untuk memberi ruang kreasi bagi komunitas musik dan sama sekali tidak berorientasi mencari keuntungan, sehingga yang mengemuka adalah semangat DIT, alias Do It Together.

Mumpung pegang mic dan punya seratusan audiens, saya menyelipkan permohohan dukungan ke kampanye crowdfunding #BukuGrungeLokal di WujudkanID. Jika kamu berkenan memberi dukungan, langsung saja berkunjung ke sini: Crowdfunding #BukuGrungeLokal

Tak lupa saya menodong Amus, produser sekaligus manajer Andmore, untuk memberi merchandise kepada audiens yang bisa menjawab kuis. Pertanyaannya, setelah dua kali diganti, sangat gampang: siapa nama vokalis Pearl Jam?

Adalah Egi, cowok berbadan besar yang mengaku berasal dari Balaraja yang akhirnya bisa menjawab dengan benar dan berhak membawa pulang sekeping CD album Andmore. Lumayan!

PhotoGrid_1413679094705

Tampil bermodalkan dua gitar kopong, Andmore menyuguhkan rendisi lagu-lagu Pearl Jam dalam suguhan akustik yang, di beberapa kesempatan, sangat berbeda dari warna asli lagunya.

Razak, seperti biasa, tampil intim dan komunikatif. Sangat menghibur. Sementara Reza, dengan vokal yang sebenarnya sedap sekali, hadir sedikit malu-malu dan lebih sering menghadap Razak yang memainkan gitar dibanding menghadap ke penonton. Uwie, seperti biasa, asyik dengan gitarnya.

Andmore, menurut saya, punya potensi dan masih bisa terus memperbaiki diri, jika memang punya visi untuk jadi cover band khusus Pearl Jam dalam balutan akustik yang menyajikan aransemen-aransemen unik.

Empat puluh menit, termasuk di dalamnya memainkan “Last Kiss” yang diminta seorang penonton yang sedang hamil, dan usailah penampilan Andmore. Panggung kemudian dikosongkan dan naiklah Artificial Sun.

Satu-satunya personil Artifical Sun yang saya kenal adalah Adi sang vokalis/gitaris. Bersama Amus, dia adalah salah seorang penyumbang foto ke #BukuGrungeLokal saya. Dan hasil jepretannya sungguh ciamik!

Kembali bertugas sebagai MC, saya bertanya apa kegiatan Artificial Sun saat ini. Menurut keterangan Adi, mereka sudah merekam materi untuk album penuh perdananya dan akan segera menuntaskan impian yang sudah lama terpendam: merilis album musik!

Malam itu, jika boleh saya sebut demikian, Artificial Sum tampil prima. Tak kurang dari 13 lagu yang mereka suguhkan selama satu jam setengah, ditingkahi dengan cerita pengantar di masing-masing lagu dari Adi. Hits khas ‘90s milik Oasis, RHCP, Radiohead, hingga Nirvana mulus mereka bawakan. Tak selesai disitu, satu nomor milik The Cure juga meluncur. Maknyus!

Konser akustik yang menyajikan lagu-lagu rock ‘90s memang sudah terbilang langka di Jakarta. Dan malam itu, Teras Kota berhasil menyuguhkannya dengan sempurna ke pangkuan kita, generasi X yang menolak move on dan tersiksa lahir batin melihat payahnya kualitas musik dua dekade terakhir ini.

Please God, help us! Semoga acara seperti ini bisa rutin kita selenggarakan. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *