Skip to content Skip to footer

Biografi Greysia Polii 04: Keping Terakhir Wawancara – Eng Hian dan Apriyani Rahayu

Rangkaian wawancara narasumber utama dalam penulisan biografi Greysia Polii ditutup dengan dua sesi yang sangat penting: Eng Hian dan Apriyani Rahayu. Kenapa sangat penting? Karena tanpa peran kedua sosok ini, rasanya tak mungkin Greysia meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Sesi wawancara itu sendiri berjalan unik. Semula saya dan BSW dijadwalkan bertemua keduanya di lokasi Pelatnas, Cipayung. Namun di tengah perjalanan, kami menerima telepon dari Eng Hian yang meminta kami mewawancarai mereka di Sentul, karena kebetulan dirinya dan Apriyani diminta hadir dalam pembukaan turnamen bulu tangkis Kapolda Jabar Cup III 2022. Maka kami pun mengubah arah mobil dan memasuki tol Taman Mini menuju Sentul, Bogor.

Tiba di lokasi, hujan deras mengguyur. Untung kami berdua sudah terlebih dulu masuk ke gedung olahraga yang punya nama resmi Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto tersebut. Dengan sabar kami duduk dan mengikuti jalannya upacara pembukaan yang diisi dengan berbagai tarian tradisional suku-suku di Indonesia. Ah, sudah lama saya tidak melihat suguhan seperti ini. Rupanya semangat kebangsaan masih mengakar dalam dan kuat di tubuh kepolisian kita. Sungguh melegakan.

Tiga jam menanti, akhirnya kesempatan wawancara tiba. Seusai upacara pembukaan, saya dan BSW bertemu dengan Eng Hian di kedai kopi yang berlokasi di tengah taman bunga. Udara segar selepas hujan sore dan bunga-bunga yang bermekaran sungguh terasa menenangkan. Berbeda jauh dari penuturan Eng Hian yang membahas secara detail bagaimana tegangnya perjalanan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020. Di luar perkiraan kami, ternyata Eng Hian sebagai pelatih utama juga sangat tegang menjalani turnamen tersebut. Di balik sikap tenang dan terkadang penuh candanya, dia memikul beban berat untuk mempersembahkan prestasi terbaik.

Di sesi wawancara dengan Eng Hian itulah terkuak sebuah cerita yang saya rasa tidak pernah dipublikasinya sebelumnya. Sebuah cerita tentang dinamika hubungan Greysia dan Apriyani yang meruncing dan genting, yang tentu saja mengancam kelanggengan hubungan mereka sebagai pasangan ganda puteri bulu tangkis terbaik di Indonesia, bahkan dunia.

Selesai wawancara dengan Eng Hian, kami ngebut melanjutkan wawancara dengan Apriyani. Di ruang makan VIP, kami menjumpainya. Apriyani saat itu sedang makan bersama pasangan main barunya, Siti Fadia Silva Ramadhanti. Meski singkat, sesi wawancara yang berlansung setelah suasana Sentul menjadi gelap tersebut membuka banyak sudut cerita yang sebelumnya tidak kami ketahui. Ya, pada akhirnya, pilihan mewawancarai Eng Hian dan Apriyani di pengujung penulisan buku memang tepat. Kami mendapatkan beberapa plot kunci yang nantinya akan sangat mendukung narasi biografi Greysia secara keseluruhan.

Karena seluruh narasumber kunci sudah selesai kami wawancarai, fase selanjutnya tentu menuliskan itu semua dalam sebuah kerangka cerita yang sudah kami susun sejak awal, sejak sebelum proses penulisan buku ini berjalan. God speed!

–  Eko Wustuk | 081285892185 –

Leave a comment