Spesies Langka Khas Indonesia: Tarsius sangirensis

Ini adalah bagian dari materi kampanye “10 Spesies Khas Indonesia yang Terancam Punah” dalam pagelaran “Pearl Jam Nite V: Do The Greenvolution” tahun 2010 lalu. Semua ilustrasi digambar oleh Davro, sementara materi tulisan disusun oleh saya dan Helman Taofani.

 

Tarsius sangirensis (gambar oleh Davro)

 

Madagaskar dikenal dunia karena mempunyai spesies primata unik dalam wujud lemur. Madagaskar adalah pulau yang terisolir sehingga mempunyai beberapa spesies unik (endemik) yang tak didapati di belahan bumi lain.

Alfred Russel Wallace juga pernah mengindikasikan teritori mirip dengan Madagaskar, dengan paradoksnya mengenai fauna zona peralihan, di region yang kini kita kenal dengan nama Sulawesi.

Seperti halnya Madagskar dengan lemurnya, zona peralihan tersebut juga mempunyai ikon primata dalam wujud tarsius. Mereka tidak hidup di kontinen besar, namun hanya menghuni pulau-pulau kecil di sepanjang region ini.

Tarsius Sulawesi adalah salah satu yang mempunyai kembangan spesies terbesar. Termasuk di antaranya berada di ujung utara negeri kita, tarsius Sangihe (Tarsius sangirensis).

Tarsius adalah primata yang mirip dengan hybrid monyet dan koala. Kepalanya berbentuk bulat, mata besar, dengan jari-jari yang panjang, mengingatkan kita pada ilustrasi alien.

Mereka merambat di antara dahan pohon dengan cengkeraman jari tangan dan kakinya. Binatang nokturnal (aktif kala malam) pemakan serangga dan binatang kecil ini mempunyai dimensi badan kecil. Hanya berkisar antara 10-15 cm, dengan panjang ekor mencapai 25 cm. Diet mereka membuat tarsius satu-satunya spesies primata yang karnivora.

Keberadaan tarsius, sayangnya, sangat kritis di alam liar. IUCN melabeli tarsius secara umum dengan “Critically Endangered” yang hanya selangkah menuju punah di alam liar.

Status satwa di zona khusus membuat mereka tak mampu beradaptasi hidup di habitat lain. Ancaman kepunahan ini tentu amat disayangkan mengingat keunikan tarsius potensial “dijual” sebagai primata khas negara kita, selain orangutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *