The Bourne Legacy (2012): Warisan yang Kurang Memuaskan

Sosok baru ini, si Jeremy Renner , jelas bukan Matt Damon, baik dalam kharisma sebagai pribadi maupun sebagai sosok agen super buatan CIA. Ya, bagi saya yang memang fans berat Bourne, film The Bourne Legacy (2012) yang menampilkan Jeremy Renner sebagai Aaron Cross, tokoh utama yang menggantikan sosok Jason Bourne di 3 film sebelumnya, terasa kurang memuaskan.

 

 

Tema cerita jadi kelemahan mendasar. Tidak seperti 3 film Bourne sebelumnya, The Bourne Legacy (2012) menumpukan isu cerita pada proyek rahasia pemerintah berbasis virus. Saya jadi bertanya-tanya, dengan kesal, ini sebenarnya film spionase berkecepatan tinggi atau film aksi farmasi teknologi canggih layaknya Resident Evil?

Alur cerita juga terasa kurang cepat dan tidak terlalu solid. Di beberapa bagian malah terasa seperti berlama-lama, atau bahkan keteteran. Dialog antar tokoh, tidak seperti sebelumnya, kurang intens dan jauh dari brilian.

Aksi laganya, untungnya, berjalan mulus. Cepat, taktis, sederhana, dan realistis. Khas Bourne sekali!

Adegan kejar-kejaran maut dalam kecepatan tinggi, tidak begitu meyakinkan. Terlalu lama, bertele-tele, dan sebenarnya bisa dibuang (setidaknya sebagian besar) dari jalan cerita.

Lima belas menit pertama adalah yang terburuk!

Kita dipaksa mengambang dalam ketidakjelasan tema cerita. Tidak ada petunjuk meyakinkan mengenai apa sebenarnya yang sedang terjadi. Aaron Cross itu siapa? Sedang apa? Apa hubungannya dengan Jason Bourne?

Tentu saja itu semua dibuat dengan sengaja oleh Tony Gilroy, sutradara dan penulis film ini, yang juga merupakan penulis cerita di ketiga film Bourne sebelumnya. Dan justru itulah yang sangat mengesalkan!

Sebagai hiburan, The Bourne Legacy (2012) cukup menyenangkan. Bujet US $ 125 juta yang disediakan produser eksekutif bisa dibilang dimanfaatkan dengan baik oleh tim produksi. Tapi jika kamu adalah fans berat film Bourne seperti saya, yang satu ini tidak akan masuk dalam daftar pembelian DVD untuk dikoleksi.

7 thoughts on “The Bourne Legacy (2012): Warisan yang Kurang Memuaskan”

  1. Satu hal yang krusial adalah, naskah utamanya (sumber adaptasi) bukan dari Robert Ludlum seperti trilogi sebelumnya (jadi memang sengaja Jason-less/Matt Damon-less). So, dari awalnya memang udah KW, Tony Gilroy juga pertama ini besut film aksi. Sialnya, trademark Bourne ini ada pada gaya Paul Greengrass.

  2. Ya, sepertinya Tony Gilroy ketiban beban kelewat berat. Sebenarnya akan lebih aman kalo gak bawa embel2 Bourne. Buat saja tokoh baru yang tidak ada hubungannya sama sekali. Tapi tentu saja jadi susah jual filmnya, hahaha!

  3. Saya penggemar berat dan berulang-ulang menonton trilogy Jason Bourne. 100% setuju ama Bro Eko, seharusnya ga usah pake embel2 Bourne. Saya merasa tertipu setelah menonton Bourne lagacy…

    1. Wah, selain dirimu, ada juga lho yg merasa tertipu juga! Dikira lanjutan Bourne, gak tahunya gak ada hubungan sama sekali. Beda dengan franschise Bond atau Mission: Impossible ya

    1. Betul sekali! Sosok Bourne terlalu lekat dgn Damon. Pertanyaannya adalah: kok Bond atau Batman bisa ya, dibuat tidak terlalu lekat dengan sosok pemerannya? Dimainkan oleh banyak aktor, masih tetap keren (setidaknya lumayan keren) karakter tokohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *