Where Did You Sleep Last Night

Dari semua lagu yang ditampilkan Nirvana dalam sesi MTV Unplugged di New York bulan November 1993, “Where Did You Sleep Last Night” adalah yang paling membekas dalam ingatan saya. Bukan hits mereka semacam “Come as You Are” atau “All Apologies”. Bukan.

 

 

Cara Kurt Cobain membawakan lagu ini, terutama di verse penghabisannya, luar biasa mencekam. Jeritannya terasa demikian pedih. Sepi. Menancap hingga ke relung jiwa yang paling gelap.

Sampai hari ini, 19 tahun kemudian, saya terperangkap dalam suasana yang sama setiap kali mendengarkan lagu ini. Tercekat.

Dan kebetulan, setelah sekian lama, hari ini saya iseng-iseng memutar kembali lagu ini.

Benar saya tetap tercekat, namun kali ini saya melakukan sesuatu yang lebih jauh. Saya membuka Wikipedia dan mencari literatur tentang lagu ini.

Lagu ini, berdasarkan apa yang tertulis disana, ternyata adalah sebuah folk asli Amerika yang tidak jelas sejarahnya. Siapa penciptanya, sama sekali tidak diketahui. Versi liriknya pun, tidak bisa disebutkan mana yang asli.

Judith McCulloh, dalam disertasinya tahun 1970 mengungkapkan bahwa “Where Did You Sleep Last Night” sedikitnya punya 160 permutasi (versi)!

Wajar, mengingat lagu ini adalah lagu rakyat yang sudah sangat tua. Bahkan ahli sejarah musik hanya berani memastikan bahwa lagu ini sudah hadir sejak tahun 1870-an. Versi rekaman pertama bertahun 1925. Selebihnya, semua soal opini belaka, tanpa landasan fakta yang bisa dipegang kebenarannya.

Lalu, versi mana yang dibawakan oleh Nirvana dalam sesi akustik legendaris itu? Banyak orang meyakini itu adalah versi Lead Belly tahun 1940-an, yang dikenalkan oleh Mark Lanegan pada Kurt Cobain dalam sebuah sesi rekaman album The Winding Sheet (1990).

Versi manapun itu, yang jelas versi Nirvana, dengan jeritan memilukan Kurt Cobain di penghujung lagu, dipastikan telah menjadi versi yang paling menghantui. Setidaknya, untuk generasi saya…

3 thoughts on “Where Did You Sleep Last Night”

  1. Hahaha! Setuju bahwa lagu ini dibawakan dgn cara yg sangat mencekam? Saya gak tahu, para pendahulunya (musisi yg lebih dulu mempopulerkan) suka atau tidak dengan pendekatan Kurt Cobain pada lagu ini :d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *